Jika pemain bercita-cita masuk ke liga livescore bola basket dan memenangkan pertandingan, maka berlatihlah sedini mungkin. Semua pemain  basket professional di dunia ini selalu mulai dari halaman belakang rumah mereka masing-masing. Apakah itu? Lapangan basketball pribadi di rumah mereka. Bgaimanakah cara membuat lapangan basket? Berikut ini cara yang harus ditempuh dan aspek yang perlu diperhatikan.

Private-Basketball-Court

  1. Pastikan Kondisi Tanah Datar

Pastikanlah bahwa tanah yang akan dibangun lapangan basket memiliki permukaan halus dan datar. Hal ini dimaksudkan untuk untuk mencegah kecelakaan dan mengurangi risiko cedera. Apabila tanah belum datar, maka gunakanlah cangkul untuk meratakan dan memperhalus permukaan tanah. Jika sudah, maka letakkanlah adonan semen ke atas tanah yang telah datar tersebut kemudian tunggu sampai mengeras. Setelah mengeras, buatlah garis tepi dan garis-garis lainnya. Bila perlu, warnai lapangan basketball tersebut.

  1. Biaya

Aspek lain yang perlu dipertimbangkan adalah dari segi financial. Sebelum membangun lapangan basketball, tentukan biaya yang akan dikeluarkan yang disesuaikan dengan kemampuan diri sendiri. Hal ini akan memudahkan memilih material yang akan digunakan dengan menyesuaikan kemampuan masing-masing.

  1. Materiil

Pilihan bahan yang tepat juga perlu diperhatikan. Pilihlah bahan dan juga awet. Barang bagus belum tentu mahal bukan? Maka pandai-pandailah dalam memilih barang.

  1. Carilah Informasi

Ketika akan atau bahkan di tengah-tengan proses pembuatan lapangan basketball ditemukan kendala-kendala teknis maupun nontoknis, segeralah cari informasi sebanyak-banyaknya. Informasi dapat diperoleh dari intenet, buku, atau konsultasi langsung dengan para ahli misalnya pelatih baskt atau tukang bangunan. Dengan demikian, diharapkan lapangan yang nantinya terbentuk menjadi tempat yang nyaman untuk berlatih.

 

Beberapa tips di atas semoga bermanfaat. Pada prinsipnya, segala hal yang dipupuk sedini mungkin akan memberikan hasil yang lebih maksimal. Jika telah tua nanti, lapangan basketball dapat menjadi investasi bagi anak cucu kelak. Bukankah ada istilah buah jatuh tidak jauh dari pohonnya?